.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

13/07/20

Bincangkan Peran Strategis Manusia Dalam Kebudayaan, Imsad Fib Unhas Sukses Gelar Diskusi Daring


MAKASSAR, TURUNGKA.COM. Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Imsad Fib Unhas) sukses bincangkan peran strategis manusia dalam kebudayaan melalui diskusi seri ke-2 via Zoom. 

Bertemakan Peran Strategis Manusia Dalam Kebudayaa, diskusi tersebut dilakepada Minggu, (12/07) pukul 20.00-22.00 Wita dan di hadiri sebanyak 25 orang peserta yang dipandu oleh Mahasiswa Sastra Daerah, Andi Muhammad Farid Wajadi dan menghadirkan pemateri yang juga Mahasiswa Sastra Daerah, Firmansyah. 

Dalam pelaksanaannya, Firmansyah selaku pemateri mengatakan, bahwa sebenarnya untuk memahami peran manusia dalam kebudayaan, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang bagaimana keterkaitan antara manusia dan kebudayaan itu sendiri. 

"Jika kita bicara soal peran strategis manusia dalam kebudayaan, hal utama yang perlu kita ketahui adalah bagaimana hubungan atau keterkaitan antara manusia dan kebudayaan, apakah kebudayaan ada karena kehadiran manusia, atau justru diciptakannya manusia karena potensi kebudayaan yang dimilikinya," ucap Firmansyah di awal pemaparannya

Lebih lanjut, mahasiswa Sastra Daerah angkatan 2019 itu juga menerangkan tengtang betapa pentingnya merumuskan pemahaman secara mendalam terhadap kebudayaan, agar manusia tidak hanya mempraktikkan kebudayaan. 

"Kita harus membangun konstruksi pikiran secara teoritis dan kritis untuk mengetahui subtansi kebudayaan, agar kita tidak semata-mata mempraktikkan kebudayaan secara stagnan," terang Firmansyah 

Di akhir pemaparannya, ia mengungkapkan sebuah harapan agar orang-orang saat ini mampu mengambil pembelajaran dan merevitalisasi spirit perjuangan nenek moyang dalam dalam kebudayaan. 

"Kita harus membangkitkan kembali kebudayaan-kebudayaan lokal dengan merevitalisasinya agar relevan dengan kondisi saat ini, itu sangat penting karena saat ini sudah banyak kebudayaan-kebudayaan lokal yang sudah mulai tenggelam akibat arus modernisasi, karena itu kita butu spirit perjuangan untuk memperjuangkannya" pungkasnya (frm/Ahm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar