.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

03/10/20

APPADEKKO: RITUAL UNIK PEMERSATU MASYARAKAT DESA SAMPULUNGAN



OPINI, TURUNGKA.COM. Sejak ribuan tahun yang lalu manusia mendiami muka bumi dan hidup secara berkelompok untuk mempertahankan populasi mereka. Seiring perkembangan zaman, kehidupan manusia semakin kompleks seiring dengan berkembangnya pola pikir dan otak manusia. Perkembangan kehidupan manusia tersebut menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang yang dinilai positif dan bermanfaat bagi kelompoknya yang disebut dengan kebudayaan. 

Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa dan hasil karya masyarakat.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku dan budaya. Terdapat beraneka ragam budaya dari tiap-tiap daerah di Indonesia mulai dari ujung barat Sabang sampai dengan ke timur Indonesia, Merauke. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Indonesia sekalipun terdapat keberagaman dan perbedaan suku serta budaya tidak lantas menjadi menjadi pemecah bangsa ini karena meski berbeda kita tetap satu yakni Indonesia. Kabupaten Takalar merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki beragam kebudayaan salah satunya yaitu ritual appadekko yang merupakan ritual tahunan masyarakat Sampulungan di Kecamatan Galesong Utara.

Ritual appadekko adalah salah satu kebudayaan di Kabupaten Takalar yang cukup unik dan juga merupakan salah satu keunggulan komparatif yang hendak dijaga kelestariannya. Pelaksanaan ritual appadekko merupakan bentuk manifestasi
rasa syukur masyarakat Desa Sampulungan setelah melakukan proses panen padi. Dalam pelaksanaan ritual appadekko terdapat beberapa tahapan yang masing-masing dari tahapan tersebut sarat akan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Keunikan daripada pelaksanaan ritual appadekko adalah terdapatnya adegan saling memukul dengan menggunakan tongkat kayu yang diperankan oleh pemuda Desa Sampulungan tanpa merasakan sakit sama sekali meskipun dipukul secara terus-menerus hingga tongkat kayu yang digunakan patah.

Sebagai salah satu kebudayaan yang merupakan warisan leluhur secara turun-temurun, ritual appadekko merupakan ritual yang sarat akan nilai-nilai kebaikan. Salah satu nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ritual appadekko yakni nilai persaudaraan. Ritual appadekko dapat menjadi media pemersatu masyarakat Desa Sampulungan karena dalam proses pelaksanaannya diperlukan kerjasama dan gotong royong antar masyarakat dan juga pemerintah agar pelaksanaan ritual dapat berjalan dengan baik.

Nilai-nilai yang terkandung dalam
pelaksanaan ritual appadekko masih bisa terus dipertahankan oleh masyarakat Desa Sampulungan hingga saat ini dan menjadi perekat hubungan sosial di dalam masyarakat yang dari masa ke masa semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi perlahan secara sedikit demi sedikit kebudayaan menjadi tidak lagi begitu menarik minat masyarakat khususnya generasi muda. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya pengetahuan generasi muda terhadap pelaksanaan ritual-ritual adat. Di era digital saat ini pelaksanaan ritual-ritual adat seperti ritual appadekko tidak lagi begitu mengundang antusiasme masyarakat tentu saja ini akan menjadi hal yang urgent apabila dibiarkan terus-menerus seperti itu tanpa mengambil langkah pencegahan dan pengembangan agar pelaksanaan ritual-ritual adat bisa kembali menarik minat masyarakat dan bisa tetap terus dijaga eksistensinya.

Untuk mempertahankan eksistensi budaya ritual appadekko di tengah modernisasi diperlukan adanya strategi pengembangan yang disusun oleh government dan stakeholders serta bersinergi dengan masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelestarian budaya ritual appadekko. Strategi pengembangan ritual appadekko dapat dilakukan salah satunya dengan cara memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai media untuk memperkenalkan budaya ritual appadekko kepada publik. Melalui media sosial pemerintah dan juga masyarakat Desa Sampulungan bisa bersama-sama mengembangkan ritual budaya appadekko sekaligus menjaga eksistensinya dengan mempublikasikan keunikan dan hal-hal menarik yang terdapat pada pelaksanaan ritual appadekko sehingga hal ini dapat menarilk dan menumbuhkan kembali minat dan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan ritual appadekko serta menjadi media yang dapat menambah wawasan serta pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda terkait latar belakang, prosesi pelaksanaan serta nilai-nilai yang terkandung dalam ritual appadekko.

Selain pemanfaatan teknologi pemerintah juga dapat melakukan pengembangan ritual appadekko dengan memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan ritual appadekko serta mengemas ritual appadekko menjadi semenarik mungkin tanpa menanggalkan keasliannya. Semakin menarik pelaksaan ritual appadekko maka akan semakin banyak pula masyarakat yang tertarik untuk datang dan menyaksikan langsung prosesi pelaksanaan ritual dan ini tentu saja bisa dijadikan sebagai peluang oleh pemerintah untuk menjadikan ritual appadekko sebagai destinasi wisata tahunan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat serta menambah PAD Kabupaten Takalar.

Oleh : Eka Wardana, Mahasiswa Sarjana Jurusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Negeri Makassar (UNM)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar