.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

02/10/20

Harga Gas Elpiji 3 Kg Mahal di Pedagang Pengecer, Puluhan Warga Mengantri di SPBU Jempang

GALESONG, TURUNGKA.COM. Langkahnya gas elpiji 3 Kg membuat para pedagang asongan ingin meraup keuntungan yakni dengan cara menaikkan harga lebih tinggi dari harga yang ada di SPBU. Hal ini kemudian membuat para warga tentunya akan lebih memilih harga yang murah.

"Punna ri gadde-gaddeaki amalli gas, ka'jalaki, mingka punna rinniki (SPBU) lammo'-lammoro'ji. Sisala sampuloi sa'bu" (Kalau kita beli di warung-warung itu lebih mahal daripada yang ada disini (SPBU) selisihnya hanya Rp.10.000,-). Jelas Daeng Ngunjung saat mengantri bersama puluhan warga di depan SPBU Jempang, Kalukuang, Galesong.

Sementara itu Sahrul Anwar salah seorang Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNM saat melintas didepan SPBU dan melihat antrian tersebut  menyesalkan atas kejadian ini. Hanya karena perbedaan harga gas di SPBU sampai ke pedagang eceran membuat antrian panjang.

Menurutnya, harusnya ini menjadi perhatian oleh pihak pemerintah. Khususnya dalam sistem pengawasan yang baik sehingga pemandangan antrian panjang tersebut bisa teratasi.

"Seharusnya ada pengawasan yang terarah oleh pihak terkait. Pengawasan itu mulai dari tingkat agen sampai ke warung-warung. Sehingga tidak ada permainan harga ditengah masyarakat. Apalagi ini menyangkut kebutuhan petani yang menjadikan gas elpiji 3 kg sebagai bahan bakar alternatif dalam mengairi sawah". Tandanya pada Jumat (02/10/2020).

Dia juga berpesan kepada pemerintah harus turut andil memperhatikan kebutuhan masyarakatnya, "Saya Berharap Pemerintah bisa hadir sebagai pelayan publik dalam permasalahan ini". Harapnya. (MAR/AHM)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar