.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

30/06/21

HMI Kom. Ilmu Budaya Cab. Maktim Sukses Gelar Dialog Kebudayaan Tingkat Regional Sulsel

MAKASSAR, TURUNGKA.COM. Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat (Kom) Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Cabang (Cab) Makassar Timur (Maktim) sukses menggelar Dialog Kebudayaan Tingkat Regional Sulawesi Selatan. Dengan mengangkat tema, 'HMI Berbudaya: Kulturisasi Gerakan HMI Dalam Merawat Parsatuan Umat'

Pada dialog tersebut, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan, Firmansyah, selaku moderator dan di isi oleh Ketua Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Prof. Dr. Aminuddin Salle S. H, M. H, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof. Dr. Nurhayati Rahman M. Si serta Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur Drg. Ardiansyah Syamsuddin sebagai narasumber.

Ketua Umum HMI Cabang Maktim, drg. Ardiansyah Syamsuddin mengatakan, bahwa HMI pada hakikatnya mengadopsi nilai-nilai kebudayaan sebagai wujud konkret merawat persatuan umat.

"HMI selama ini hadir dengan gerakan-gerakan kemanusiaan, dan tentu itu menjadi salah satu penanaman nilai-nilai kebudayaan dan Ikhtiar merawat persatuan umat," kata Ardiansyah

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar FSKN, Prof. Dr. Aminuddin Salle S. H, M. H menuturkan, bahwa dalam kebudayaan Bugis-Makassar kejujuran dan kejernian hati menjadi prinsip dalam menciptakan persatuan.

"Di suku Bugis-Makassar persatuan umat dirawat melalui mentakitas yang baik, yakni hati yang jernih dan jujur, sebab kejujuran dan kejernian hati tidak akan mengarahkan pada perilaku buruk," tutur Prof. Aminuddin Salle

Terakhir, Gubes FIB Unhas, Prof. Dr. Nurhayati Rahman M. Si menyampaikan sebuah resolusi kebudayaan di masa kini, bahwa untuk mewujudkan persatuan umat dengan semangat kebudayaan, kita perlu berkontribusi nyata.

"Kebudayaan yang dianut, nilai-nilai kepemimpinan yang diketahui, tidak boleh hanya sebatas wacana saja, tetapi ia harus diaktualkan secara nyata dari hal yang paling sederhana, seperti mengubah karakter masyarakat menjadi masyarakat yang beradab," pungkas Prof. Nurhayati Rahman. (Frm/Ahm)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar