.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/07/21

Imsad FIB UH Laksanakan Diskusi Virtual Bertajuk Pluralitas Budaya Sebagai Identitas Kebangsaan


MAKASSAR, TURUNGKA. COM. Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (IMSAD FIB-UH) melakukan diskusi online bertemakan "Pluralitas Budaya Sebagai Identitas Kebangsaan".

Diskusi itu dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2021 pukul 20.00 Wita-Selesai melalui Virtual Google Meet. Pada pelaksanaannya, acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Imsad FIB-UH, Ahmad Rhandy Pratama, serta 20 orang peserta diskusi.

Dipandu oleh Mahasiswa Sastra Daerah angkatan 2020, Muhammad Ikhsan Larigau, diskusi virtual itu menghadirkan Mahasiswa Sastra Daerah angkatan 2019, Firmansyah Demma selaku narasumber.

Berdasarkan reportase dari Awak Turungka, Firmansyah Demma menyampaikan, bahwa pluralitas budaya sebagai sebuah keanekaragaman bangsa Indonesia tidaklah hadir begitu saja.

"Perbedaan ataupun keberagaman kita tidak muncul tanpa sebab, ia muncul karena ada hal yang mengharuskan kita untuk memunculkannya, hal itu tentu berasal dari dalam diri kita seperti akal dan di luar diri kita seperti kondisi sosial kehidupan," ucap Firman

Lebih lanjut, Mahasiswa angkatan 2019 itu juga menuturkan, bahwa perbedaan dan integrasi nasional adalah esensi dari pluralitas budaya.

"Pada dasarnya esensi dari pluralitas budaya ialah perbedaan itu sendiri, serta integrasi nasional yakni prinsip moral dan etika dan menghargai perbedaan," tuturnya

Di akhir, ia menegaskan, sesungguhnya perbedaan kebudayaan itu bukan hanya harus diakui keberadaannya, tetapi juga harus anggap sebagai kebenaran.

"Keberagaman yang ada di negeri kita ini semestinya juga dijunjung tinggi sebagai sebuah kebenaran, tidak sebatas pada sikap toleran terhadap keberadaannya," tutupnya

(Frm) 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar