.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

09/11/21

Segelas Kopi Dalam Kenangan

 

Sumber foto: Paradase.id

Kuhirup lantang udara pagi

Ditemani segelas kopi

Asap rokok menghembuskan kenangan

Tak kuasa air mata berlinang

Bersama hati yang sudah hilang harapan


Begitu indah perjalanan kita

Sampai langit hanya bisa tersenyum

Melihat kita bergandengan tangan

Namun, sekarang cinta kita tertutup oleh awan

Dihapus oleh derasnya hujan 


Kenangan cinta telah tergenang

Mendayu melodi tak bersuara

Rintihan hati yang tak bergumam

Hanya bisa dinikmati dalam muara

Sambil menikmati kopi tanpa gula


Dalam kisah kami 

Ada kisah yang tak bisa dimengerti

Kini luka yang tak berdarah 

Harus dibalut dengan senyum dusta

Lantaran tamparan kenangan yang datang menyapa


Dalam gunda aku merana

Lantaran cinta pergi entah kemana

Hanya do'a yang bisa terpatri

Berharap ada keajaiban buat sendu 

Yang hanya bisa meratapi rasa empedu

Rosminah. Penulis buku antologi cerpen dan puisi, 'Renjana Kulawarga' (2021) dan 'Reminisensi Goresan Tinta' (2021).

Share:

0 komentar:

Posting Komentar