.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

06/01/22

Mangkrak dan Terbengkalai, Tambang Batu Marmer di Maros Jadi Destinasi Wisata

MAROS, TURUNGKA.COM. Teletak di dusun Pajjaiang, kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebuah perusahaan swasta yang menambang batu marmer terbengkalai dan tak terurus. Tumpukan batu marmer dari hasil tambang tersebut berjejer rapi dan indah—sebuah pemandangan eksotis bagi para pecinta destinasi wisata.

Hal tersebut menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Dan tentunya akan mengambil angel yang bagus saat memotret tempat tersebut sebagai momen. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang pengunjung bernama Fahmi ini pada Rabu (06/01/2022).

“Banyaknya tumpukan batu marmer dan air yang jernih, yaitu air disebabkan karena lubang tambang yang terisi hujan, membuat warga tertarik untuk menjadikannya sebagai objek foto. Pemandangan di sekitar area tambang yang dikelilingi perbukitan hijau, menjadikan kawasan itu semakin cantik dan Instagramable.” tuturnya sambil tersenyum bahagia.

Sedang lokasi tambang yang dijadikan tempat wisata ini ternyata di bagian utara yang berjarak beberapa meter dari pemukiman warga RT 03. Dan bagian selatan terdapat situs Cagar budaya Gunung Samungkeng Leang-Leang. Serta terdapat disekitar kawasan tambang marmer itu juga lahan pertanian produktif milik warga Kelurahan Leang-Leang. Sehingga semakin menambah kecantikan view pemandangan.

“Karena keindahan alamnya, tak heran jika banyak masyarakat yang telah datang untuk berfoto dan menikmati pemandangan di kawasan ini, tetapi kawasan ini belum di renovasi, kawasan ini masih asli seperti awal mula terbengkalainya, dikarenakan masih milik perusahaan swasta”. Kata H. Asse, salah seorang tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar tambang marmer tersebut.

“Tak hanya sebagai tempat wisata, lubang tambang itu memiliki manfaat, utamanya bagi para petani pada musim kemarau. Lubang tambang itu memiliki ketersediaan air yang cukup untuk lahan pertanian. Seandainya tidak ada lubang tambang itu, petani sekitar tidak bisa" pungkasnya. (Ctz; NWS/Ahm).


Share:

0 komentar:

Posting Komentar